Nama Vivin Brownies saya pilih karena dari awal saya bisa membuat brownies saudara & teman-teman yang sudah pernah mencicipi brownies saya selalu bilang, “Vin mana browniesnya. Besok bawa brownies ya. Browniesnya Vivin baru enak.” Karena sudah terbangun image dibenak mereka yang sudah pernah mencicipi brownies buatan saya enak, maka saat saya memulai terjun dibisnis ini, saya tidak mengggunakan nama lain lagi. Agar tidak terlalu sulit mengenalkan lagi produk saya kepada mereka yg sudah pernah mencicipinya. Di awal usaha ini berjalan saya memilih made of order, karena saya menyadari kwalitas brownies yang fresh from the oven pasti jauh lebih enak dengan aroma yang nikmat menggoda.

Vivin brownies mulai melayani pembeli di awal thn 2014. Di mulai dengan memberikan sample kepada teman, sekolah, tempat olah raga atau yoga & gereja. Memang tidak semua yang diberikan sample akhirnya memesan atau menjadi pelanggan setia Vivin Brownies tapi minimal saya sudah mengenalkan produk saya kepada calon konsumen saya. Mungkin tidak sekarang tapi di lain waktu disaat dia memerlukannya dia bisa menghubungi Vivin Brownies. Awal tahun di mulai dengan tahun baru imlek yg menjadi moment yang bagus untuk Vivin Brownies. Banyak pelanggan yang memesan brownies untuk sembahyang atau untuk hantaran yang di berikan kepada kerabat. Di awal tahun juga brownies saya di jadikan hampers untuk 1 bulanan salah satu new costumer. Kemudian di jadikan untuk goody bag acara ulang tahun.

Pertengahan tahun 2014, Vivin Brownies menjadi sponsor untuk coffe break & tea time yang diadakan oleh museum. Pertengahan tahun 2014, Vivin Brownies mulai eksis di bazar. Di mulai dengan ajang Jazz Market yang diadakan di Taman Begawan Tanjung Benoa. Ini adalah bazar pertama Vivin Brownies. Disanalah saya belajar apa yang perlu dipersiapkan sebelum bazar & yang perlu diperhatikan sebelum bazar berlangsung. Posisi stand juga memegang peranan besar dalam penjualan produk selain brand image suatu produk yang sudah diakui oleh pasar. Penataan stand agar pengunjung tertarik dengan produk yang dijual. Terus terang di bazar 1 ini saya sedikit kecewa. Karena penjualan tidak sesuai dengan harapan. Karena lebih banyak yang datang hanya untuk mencicipi sample & langsung pergi dari stand saya dengan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum. Apa mungkin juga tidak terlalu banyak pengunjung yang masuk karena ada entry charge yang dikenakan apabila memasuki area bazar.
Tapi disinilah saya belajar. Pengalaman adalah guru yang paling berharga ternyata sangat besar pengaruhnya untuk produk saya ini. Di bazar inilah untuk pertama kalinya saya mempunyai new costumer. Membidik hati & lidah mereka dengan mencicipi brownies buatan saya, sehingga mereka jatuh cinta pada rasa & tekstur Brownies buatan saya.

Bazar ke-2 saya, Sanur Village Festival. Walaupun hanya berselang 3 hari dengan bazar 1, dengan persiapan yang serba cepat, saya kembali menyapa para new costumer. Alangkah bahagianya saya dengan antusias para costumer di sini. Rasa lelah saya terbayar lunas dengan kehadiran mereka yang antre di stand saya utk mencicipi produk buatan saya. Bahkan ada yang sampai tidak kebagian. Walaupun saya sudah memproduksi 2x lipat dr jumlah kemaren tapi kadang ada saja yang kekurangan. Yang juga membuat saya sangat bahagia karena kebanyakan new costumer saya yang sudah pernah mencicipi produk Vivin Brownies saat bazar di Jazz Market, datang ke area bazar untuk mencari stand saya & mereka sangat bahagia saat tau kalau saya hadir di tengah-tengah mereka. Bazar ke-3 saya di sekolah nasional plus jembatan budaya. Bazar ke-4 saya di lippo mall kuta yang berlangsung selama 1 bulan setiap hari jumat, sabtu & minggu dari jam 4 sore sampai 11 malam. Bazar ke-5 saya berlangsung di lotte mart dimana BIWA hadir sebagai penyelenggara. Bazar ke-6 saya di acara yang diadakan oleh Mom’s Line Indonesia yang bertempat di Denpasar Junction yang dilaksanakan selama 3 hari. Bazar ke-7 saya diadakan oleh PerCa (perkawinan campur) bertempat di istana jepun jln hayam wuruk denpasar.

Bazar selanjutnya, diadakan oleh BIWA di salah satu gereja di kuta pada akhir desember 2014. Awal februari, Vivin Brownies ikut serta dalam bazar full moon run yang diadakan oleh kodya yang diadakan di serangan. Pada bulan pertengahan februari 2015, lippo mall kuta kembali menggelar food bazar dalam rangka tahun baru imlek & Vivin Brownies ikut serta di bazar itu. Pada akhir februari, dalam rangka HUT kodya denpasar diadakan bazar di lumintang & Vivin Brownies ikut serta meramaikan ajang tahunan pesta rakyat di sana. Ada juga bazar yang di adakan di sekolah jembatan budaya, pelita bangsa dalam rangka imlek & Vivin Brownies ikut serta dalam kegiatan bazar tahunan sekolah.

Pada bulan yang sama juga BIWA menggelar bazar di lapangan renon dalam acara zumba bersama, Vivin Brownies juga ikut serta dalam kegiatan bazar itu. Selain aktif menyapa konsumen di bazar tidak lupa juga saya memberikan pelayanan yang berkwalitas kepada konsumen saya dengan mencari ijin untuk usaha rumah tangga yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan, untuk kehigienisan produk & kebersihan tempat serta orang yang mengolahnya. Sampai saat web ini dibuat semua produk-produk saya dari brownies, muffin, macaroni schotel, puding susu buah, banana cake, lemon cake, marble cake, cheese fruit cake, roti kukus, semua sudah mengantongi ijin dari dinas kesehatan yang saya tempelkan pada kotak kemasan masing-masing produk.